Mengintip Sungai di Berbagai Kota di Dunia
- Sep 29, 2019
- 2 min read
Fun fact:
sembilan belas negara di dunia tidak memiliki sungai!

Permukiman Kelurahan Tamansari, Kota Bandung
Fun fact:
Daerah tepi sungai di kota-kota Indonesia seharusnya bebas bangunan sejauh 15 meter dari kanan dan kiri sungai (untuk sungai tanpa tanggul dengan kedalaman 3-20 m)!
-PP 38/2015 dan PermenPU 28/2015


Sungai Seine, Kota Paris, Prancis
Fun fact:
Berbagai aktivitas rekreasi dapat dilakukan di Sungai Seine seperti mengarungi sungai dan makan di restoran terapung. Selain itu, aktivitas rekreasi juga dapat dilakukan di tepi sungai, terlebih setelah dilakukan restorasi tepi sungai dengan mengubah tepi sungai yang dulunya jalur kendaraan bermotor menjadi ruang terbuka hijau bertajuk Parc Rives de Seine (Taman tepi sungai). Kini tepi Sungai Seine dipadati penduduk bersepeda, piknik, berolahraga, atau sekadar duduk-duduk.
Pada tahun 1910, terjadi banjir besar di Kota Paris akibat meluapnya Sungai Seine. Belajar dari bencana tersebut, Kota Paris menyiapkan reservoir dan rencana kontijensi. Sayangnya, pada tahun 2018, Kota Paris kembali terkena banjir yang cukup besar yang membuat pemerintah Kota Paris harus kembali menyusun rencana mitigasi bencana besar tersebut.


Kali Besar, Kawasan Kota Tua, DKI Jakarta
Fun fact:
Citra baru Kali Besar pasca revitalisasi 2017 menjadi ruang publik dan wisata di kawasan cagar budaya Kota Tua. Pada masa pendudukan VOC, Kali Besar digunakan sebagai jalur transportasi mendukung fungsi kawasan Kota Tua sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pelabuhan.


Kawasan Delfshaven, Rotterdam, Belanda

Rotterdam, Belanda
Fun fact:
Rotterdam adalah kota pelabuhan utama di Belanda bahkan di Eropa. Tak heran, sungai dalam kotanya juga digunakan sebagai jalur transportasi, dilalui kapal untuk kegiatan perekonomian.
Meskipun berada di ketinggian 0 m di atas permukaan air laut (tepat setara permukaan air laut!), Rotterdam memiliki ketahanan terhadap banjir dan luapan air sungai dengan pertahanan dari struktur Maeslant Barrier (bagian dari Delta Work project), belajar dari bencana badai tahun 1953.


Amsterdam, Belanda
Fun fact:
Amsterdam adalah kota dengan blok blok kanal yang mengelilinginya yang disebut Canal Ring. Fungsi kanal-kanal ini pada awalnya adalah sarana transportasi dan kebutuhan tanah urugan, namun saat ini kanal-kanal ini terkenal sebagai pariwisata utama Kota Amsterdam

Venezia (Ilustrasi lokasi di Disneysea, Tokyo, Jepang), Italia
Fun fact:
Banjir sangat sering melanda Kota Venezia. Penyebab banjir ini biasa disebut Acqua Alta, peristiwa air laut pasang yang sangat tinggi (exceptional) yang terjadi secara periodik di utara Laut Adriatik

Sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan
Fun fact:
Pada tahun 2003, Sungai Cheonggyecheon direstorasi menjadi sungai (lagi), yang sebelumnya pada tahun 1950-an dijadikan jalan layang. Restorasi ini menghasilkan ruang publik yang menarik bagi warganya sehingga warganya aktif berkegiatan dan berpartisipasi dalam menjaga kebersihan sungai.

Sungai Yodo, Kota Osaka, Jepang, Ruang Terbuka Hijau
Masing-masing kawasan sungai, bahkan dalam kota yang sama, memiliki karakteristik dan kebutuhan penataan fisik sekitar sungai yang berbeda, namun semuanya mengacu pada satu tujuan: tidak merugikan masyarakat.




Comments