Osaka Museum of Housing and Living
- Feb 10, 2019
- 3 min read
Langkah kaki terhenti di sebuah bangunan tinggi yang lebih layak disebut gedung kantor. Berlokasi di 6-4-20 Tenjinbashi, Kita-ku, Osaka, GPS menunjukkan titik ini merupakan lokasi Osaka Museum of Housing and Living. Dan benar saja, tak seperti museum pada umumnya, museum ini berada di gedung perkantoran, menempati lantai 8 dan 9.

Menuju museum
Seperti namanya, Osaka Museum of Housing and Living merupakan museum yang memamerkan perkembangan permukiman dan kehidupan di Kota Osaka (Osaka-shi). Museum ini dibagi menjadi dua bagian, ruangan berisi model permukiman Kota Osaka pada Masa Edo dan ruangan berisi diorama perkembangan permukiman di Kota Osaka.
Perjalanan dimulai dari bagian pertama yaitu bagian model permukiman Kota Osaka pada Masa Edo (1603-1868).

Bagian Model Permukiman Kota Osaka pada Masa Edo
Pada bagian ini, pengunjung dapat merasakan sensasi tinggal di permukiman Osaka pada Masa Edo, lebih tepatnya pada tahun 1830an. Ruangan ini dibentuk menyerupai permukiman lengkap dengan rumah, kawasan perdagangan, beserta dekorasi-dekorasi lainnya yang semakin membawa pengunjung merasakan Kota Osaka tempo dulu.

Tatami dalam rumah

Lorong dalam rumah

Mengintip 'tetangga' dari depan rumah

Dekorasi

Dekorasi lagi

Model pertokoan

Model toko mainan

Keluar masuk toko
Agar atmosfer berkelana di Osaka tua semakin terasa, lokasi ini menawarkan persewaan yukata (kimono musim panas). Tarif penyewaan ini sangat terjangkau, hanya 500 yen untuk merasakan berkeliling kota menggunakan yukata selama 30 menit. Sayangnya, harganya yang terjangkau ini membuat persewaan menjadi ramai sehingga dibutuhkan waktu ekstra untuk mengantre. Namun tentu sebanding dengan hasil foto yang maksimal.

Berfoto menggunakan yukata
Nyatanya perjalanan di permukiman Kota Osaka kuno semakin terasa dengan adanya “pertunjukkan alam” di dalam ruangan ini. Pengunjung akan merasakan sensasi hujan, lengkap dengan langit yang mendung serta suara gemericik hujan tanpa perlu takut membasahi badan. Selain itu, terdapat pula permainan cahaya yang membuat pengunjung dapat merasakan transisi siang hari dan malam hari lengkap dengan bulan purnama.

Golden hour, saat yang tepat untuk berfoto

Purnama tiba

Sudut toko yang temaram

Pagi datang lagi
Setelah bersenang-senang di bagian pertama, jangan lupa melanjutkan perjalanan ke bagian kedua. Bagian kedua museum ini adalah ruangan dengan diorama perkembangan permukiman Kota Osaka pada Masa Meiji (1868-1912) hingga Masa Showa (1926-1989).

Ruangan diorama

Ruangan diorama (1)
Di sini pengunjung akan merasakan bermain di mesin waktu dan menyaksikan perkembangan permukiman Kota Osaka melalui diorama-diorama berikut.


Kawaguchi Foreign Settlement: Western Housing and Civilization (1884)
Merupakan diorama permukiman penduduk asing (dari barat) yang tinggal di Kota Osaka sejak Kota Osaka membuka pelabuhannya untuk dunia pada tahun 1868. Di sini tinggal penduduk dari barat untuk berdagang maupun menyebarkan agama Kristen.


Kitasenba: The Modernization of Central Osaka (1932)
Merupakan penggambaran modernisasi di pusat Kota Osaka (Sakaisuji) yang mulai mengadaptasi bangunan bertingkat, bangunan dengan gaya barat, dan konsep arsitektur lainnya.


The Great Osaka New Towns: Suburban Expansion and The Modern Row-townhouses (1935)
Merupakan diorama proyek ekspansi pembentukan daerah administasi baru ke daerah pinggiran kota. Pembangunan perumahan dilakukan dengan membangun rumah berbaris (row houses).


Karahori Avenue: Houses, Alleys, and Shops (1938)
Merupakan diorama Karahori Dori, sebuah daerah perbelanjaan (shopping district) yang terkenal hingga saat ini. Pada kawasan ini terdapat pula rumah berbentuk townhouse.

The Shirokita Bus Settlement: Adaptive Housing and Post-war Reconstruction (1948)
Merupakan diorama yang menjelaskan penggunaan bus sebagai tempat tinggal di Taman Shirokita sebagai solusi dari kurangnya rumah pasca perang. Penggunaan bus ini berlangsung selama tiga tahun hingga 1951.


Furuichi Housing Development: The Beginning of Housing Complex (1958)
Merupakan diorama permukiman terencana di Joto-ku (daerah timur laut pusat kota) yang dibangun untuk menanggapi tingginya populasi di tengah kota pasca perang. Dengan pertumbuhan ekonomi pasca perang yang semakin baik pula, Kota Osaka dapat bangkit dan membangun permukiman dengan terencana dan modern, mengadaptasi perencanaan kota serta desain negara barat.
Untuk mencapai tempat ini, pengunjung dapat menggunakan kereta dan turun di Stasiun Tenjimbashisuji 6-Chome (RokuChome). Bagi siswa SMP (atau lebih muda), tempat ini memberikan kemudahan bagi kalian untuk mempelajari kebudayaan Jepang dengan masuk museum ini secara gratis! Namun untuk siswa SMA/mahasiswa dan orang dewasa (hingga umur 65 tahun), jangan lupa persiapkan tarif masuk sebesar 300 yen untuk siswa SMA/mahasiswa dan 600 yen untuk orang dewasa.




Comments