2018 Macao International Parade
- Apr 14, 2019
- 2 min read
Lagi-lagi kulirik jam di tangan. Kali ini ia menunjuk pukul 1, dua jam menuju Upacara Pembukaan 2018 Macao International Parade. Sayangnya masih kudapati diriku di dalam taksi. Sudah sejak sejam yang lalu taksi ini berputar mencari jalan yang tidak dijadikan rute parade, hingga akhirnya kami terjebak bersama puluhan kendaraan lainnya yang juga membutuhkan jalan, tidak bergerak sama sekali. Kembali kukutuk kejadian yang menghambatku keluar dari bandara tadi. Seharusnya aku sudah berdiri di lokasi upacara pembukaan, di titik yang strategis, sejak 45 menit yang lalu.
Kali ini kubuka GPS. Ruin of St.Paul’s, lokasi upacara pembukaan, dapat kucapai dalam waktu 20 menit dengan taksi ini atau 40 menit berjalan. Lima menit berselang dan tidak ada tanda pergerakan, kuputuskan untuk menyudahi penantian dalam taksi ini. Kuberikan uang dan ucapan terimakasih dalam Bahasa Kanton, seadanya.
Langkah kakiku cepat. Napasku terdengar memburu. Ransel, yang penuh dengan alat liputan, ikut terguncang mengikuti derap langkahku yang terburu-buru. Tak berapa lama aku sampai di Plaza Senado, menunjukkan aku sudah setengah jalan menuju Ruin of St.Paul’s.


Plaza Senado sangatlah cantik dengan gedung warna warni dan ikon air mancurnya. Namun sepertinya sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mengagumi keindahannya. Kakiku masih terus melangkah hingga kembali kutemukan arus tak bergerak. Kali ini manusia.

Ratusan manusia memadati jalan kecil ini. Dengan usaha melewati celah kanan dan kiri akhirnya kudapati jalan yang cukup lengang untuk kembali kulalui.


Perjalanan penuh peluh ini terbayar ketika runtuhan Gereja St.Paul itu mulai nampak. Dan benar saja sudah sangat sulit mencari tempat yang strategis untuk meliput di antara ratusan manusia yang sudah terlebih dahulu membuat sesak pelataran Ruin of St.Paul’s. Untung saja aku tidak terlambat.


Kukeluarkan kamera dari ransel untuk mulai menyorot puluhan kelompok dengan pakaian daerah masing-masing. Berbagai signage juga nampak: ‘Mainland China’, ‘France’, Japan’ dan banyak lagi, termasuk negara-negara yang memiliki kesamaan dengan Macau yaitu Portuguese-speaking country seperti Portugal, Brazil, dll. Dari Macau sendiri nampak kurang lebih 50 kelompok lokal berpartisipasi di parade ini dengan berbagai kostum: pakaian tari, marching band, dll.

Parade tahunan, yang ada sejak tahun 2011, ini sangat riuh. Kuyakin Cultural Affairs Bureau Macau, selaku penyelenggara acara, bangga dengan capaiannya ini. Tepat pukul 15.00, Upacara Pembukaan 2018 Macao International Parade dimulai. Setiap negara dengan pakaian indahnya masing-masing menuruni tangga untuk mulai menyusuri Kota Macau.
Setelah 3 jam 30 menit menyusuri jalanan, akhirnya rombongan parade berhenti di Sai Van Lake. Di tempat ini, berbagai pertunjukan dipertontonkan sebagai bagian dari perayaan peringatan kembalinya Macau ke Tiongkok, sejarah dibalik Macau International Parade.
Lelah dan kesal di siang hariku cukup terbayarkan dengan keriuhan warna warni parade, namun perjalananku tidak akan sempurna tanpa menutupnya dengan makan! Sepanjang meliput, tak jarang hidungku dimanjakan bau manis di kanan dan kiri jalan, dan tentu aku tidak terlalu banyak menebak karena kutau itu pasti egg tart! Dan keceriaan hariku ditutup dengan perjuangan mendapatkan satu-satunya eggtart yang tersisa di toko terkenal, KoiKei Bakery.

Selamat makan!




Comments