Tugu Khatulistiwa
- Jun 2, 2019
- 2 min read
Updated: Mar 14, 2021
Mendengar “Kota Pontianak” mengingatkan kita dengan julukannya sebagai Kota Khatulistiwa. Hal ini membuat singgah di Tugu Khatulistiwa menjadi agenda yang wajib dilakukan apabila mampir ke kota ini, meskipun terdapat beberapa kota lain juga memiliki monumen khatulistiwanya (ya! Terdapat beberapa kota lain di Indonesia yang juga berada di garis khatulistiwa).

Tugu Kpistiwa
Menjejakkan kaki di pelataran parkir Tugu Khatulistiwa, pengunjung akan disambut sebuah bangunan dengan tugu tinggi menjulang berkepala bola di atasnya. Besar dan uniknya tugu ini akan membuat para pengunjung takjub dan berlomba lomba mendapat jepretan foto yang paling apik. Namun…..

Tugu Kpistiwa lagi
Namun tunggu! Tugu besar tadi hanyalah duplikat dari Tugu Khatulistiwa! Tugu yang asli berada di dalam bangunan tersebut dan hanya berukuran 4,4 meter. Tugu ini awalnya hanya berupa tonggak ketika dibuat oleh ahli geografi kewarganegaraan Belanda pada tahun 1928. Kemudian dilakukan penyempurnaan hingga didapatkan bentuk tugu seperti sekarang.

Tugu Kpistiwa "asli"
Informasi ke-khatulistiwa-an ini erat kaitannya dengan fenomena-fenomena astronomi, sehingga di dalam bangunan ini juga terdapat penjelasan mengenai fenomena astronomi seperti equinox (letak matahari tepat di atas garis khatulistiwa), kulminasi matahari, dll.

Tugu Kpistiwa terus

Bola Tugu Khatulistiwa
Ada hal yang menarik dari bola di kepala tugu. Terdapat beberapa angka dan huruf tertulis di sana. Setelah diamati, pada bola tersebut tertulis “evenaar” yaitu bahasa Belanda dari “Khatulistiwa”. Selain itu tertulis pula 109°20’0’’OlvGR yang artinya garis khatulistiwa di Kota Pontianak tepat di garis bujur 109 derajat bujur timur 20 menit 00 detik GMT (Greenwich Mean Time).
Namun, lagi-lagi tugu ini menyimpan kejutan bahwa ternyata tugu ini tidak tepat berada di titik 0 derajat! Lokasi Tugu Khatulistiwa saat ini merupakan hasil penghitungan selompok tim ekspedisi yang mencari tahu lokasi garis khatulistiwa dengan ilmu dan teknologi seadanya pada tahun 1928. Hingga akhirnya, pada tahun 2005 dilakukan pengecekan dengan teknologi yang lebih mutakhir yang menghasilkan kesimpulan bahwa lokasi Tugu Khatulistiwa sesungguhnya bukan tepat titik 0 derajat. Berdasarkan pengecekan tersebut, ditemukan bahwa posisi Tugu Khatulistiwa berada di 0°0’ 3,809” lintang utara; dan 109° 19’ 19,9” bujur timur, sementara posisi 0° 0’ 0” ada di luar taman, tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas.
Hal ini memunculkan rasa penasaran untuk berkeliling ke arah taman dan Sungai Kapuas.

Tugu Khatulistiwa dari taman
Taman ini memiliki amphiteater (bangunan warna putih) dan rerumputan. Amphiteater ini yang disebut-sebut sebagai lokasi titik 0 derajat yang sesungguhnya dan saat ini sering digunakan dalam kegiatan acara peringatan equinox, kulminasi matahari, dan kegiatan-kegiatan berbau keastronomian dan khatulistiwa lainnya.
Beranjak sedikit dari taman ini, nampak Sungai Kapuas terbentang luas. Apabila berkunjung ke Tugu Khatulistiwa, jangan lupa berkeliling hingga Sungai Kapuasnya ya!

Warung terapung

Benda terapung lainnya

Kapal tentu mengapung




Comments